Kebijakan pemerintah dalam penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun. Disemangati oleh seruan International Education For All (EFA) yang dikumandangkan UNESCO, sebagai kesepakatan global. Hasil Word Education Forum di Dakkar, Senegal tahun 2000. Dengan semangat dan jiwa Pasal 31 UUd 1945 tentang hak setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan dan Pasal 32 UUSPN No 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan dan Layanan khusus.
Sedangkan pemerataan kesempatan belajar bagi anak berkebutuhan khusus dilandasi pernyataan Salamanca tahun 1994.Melalui pendidikan inklusi ini diharapkan sekolah-sekolah regule dapat melayani semua anak terutama anak-anak yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus.Di Indonesia melalui SK Mendiknas No. 002 /u /1986 telah terintis pengembangan sekolah regular yang melayani penuntasan wajib belajar bagi anak berkebutuhan khusus.
Anak Berkebutuhan khusus adalah: Anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya secara signifikan (bermakna) mengalami kelainan atau penyimpangan baik itu dari segi fisik, mental-intelektual, social dan emosional di banding dengan anak lain seusianya sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus.
Sekolah merupakan suatu wadah atau tempat bagi setiap anak belajar secara formal untuk mendapatkan layanan pendidikan sebagai bekal bagi mereka dalam menghadapi masa depannya.setiap anak menginginkan mereka dapat diterima dan menjadi bagian dari komunitas sekolah baik itu di kelas, dengan guru, dan teman sebaya. Penerimaan yang baik dilingkungan sekolah akan membantu anak untuk dapat bersosialisasi dalam lingkungan yang lebih luas yakni dalam lingkungan masyarakat. Hal ini juga berlaku pada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Dewasa ini sebagian anak yang berkebutuhan khusus sudah ada yang mengikuti pendidikan di sekolah regular,namun karena ketiadaan pelayan khusus bagi mereka,akibatnya mereka berpotensi tinggal kelas yang pada akhirnya akan putus sekolah.Akibat lebih lanjut program wajib belajar pendidikan 9 tahun akan sulit tercapai.Untuk itu perlu dilakukan terobosan dengan memberikan kesempatan dan peluang kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperolah pendidikan di sekolah regular yang disebut dengan istilah “pendidikan terpadu menuju pendidikan inklusi”.
Pendidikan terpadu saat ini diarahkan menuju Pendidikan Inklusif sebagai wadah yang ideal yang diharapkan dapat mengakomodasikan pendidikan bagi semua anak terutama anak-anak yang memiliki kebutuhan pendidikan khusus, yang selama ini masih belum terpenuhi haknya untuk memperoleh pendidikan layaknya anak-anak lain. Sebagai wadah yang ideal, Pendidikan Inklusif memiliki 4 karaktristik makna yaitu :
Pendidikan inklusif adalah proses yang berjalan terus dalam usahanya menemukan cara-cara merespon keragaman anak. Pendidikan inklusif berarti memperdulikan cara-cara untuk meruntuhkan hambatan-hambatan dalam anak belajar. Pendidikan Inklusif membawa makna bahwa anak kecil yang hadir (disekolah) berpartisipasi dan mendapatkan hasil yang bermakna dalam hidupnya. Pendidikan inklusif diperuntukkan utamanya bagi anak-anak yang tergolong marginal,eksklusif,dan membutuhkan pelayan pendidikan khusus dalam belajar.